Jumat, 11 Januari 2019

Go Kotabaru - Desa Sekandis


Pelabuhan 4 Serangkai Kotabaru




Istirahat sejenak sambil jepret

Hari Kamis tepat nya Tanggal 22 November 2018 kami berangkat dari Kab.Kotabaru ke Desa yang masuk dalam kategori sangat terpencil yang bernama Desa Sekandis. Kami berangkat bersama dua keluarga, keluarga saya yaitu istri beserta dua anak,dan bersama keluarga dari kawan/sahabat istri saya, suami dan juga beserta dua anak, jadinya kami memutuskan untuk carter speedboard karena jumlah kami sudah cukup satu armada speedboard, karena normalnya dalam satu buah speedboard mengangkut maksimal 6 orang dewasa sudah termasuk operator/motoris. Sekitar pukul jam 09.09 kami berangkat dari pelabuhan 4 serangkai Kab.Kotabaru melaju menyisir Perairan Tg.Dewa – Perairan Geronggang – Perairan Pudi dan sekitar pukul jam 10.33 Alhamdulillah sampai di tempat yang tuju yaitu Desa Sekandis yang masuk wilayah Kec.Pamukan Selatan. Pada waktu kami sampai kebetulan air sudah surut ya terpaksa deh kami turun dari speedboard dan jalan kaki melewati lumpur dan juga pasir menuju jembatan, kalau di lihat sekilas kita kayak dari empang karena kondisi kami semua sangat kotor terkena lumpur.






Inilah salah satu permasalahan di Desa Sekandis ini, yaitu akses lewat Laut maupun darat yang masih kurang memadai ataupun tersedia, misalnya untuk transportasi laut tidak adannya kapal ataupun taxi penumpang juga barang, baik itu dari Kotabaru ke Desa Sekandis maupun sebaliknya, kemungkinan besar karena dangkalnya air surut di Desa ini sehingga kapal tidak bisa menyandar ataupun singgah, kecuali di bangunkan pelabuhan panjang membentang ke laut sehingga kapal penumpang bisa masuk atau singgah di pelabuhan Desa ini.Lain halnya di Desa tetangganya masih satu Kecamatan yaitu Desa Tg.Samalantakan walaupun agak jauh dari Kab.Kotabaru di banding Desa Sekandis akan tetapi kapal taxi penumpang dan barang di Desa Tg.Samalantakan pada tahun 2018 sudah setiap malam ada yang berangkat, untuk jam berangkatnya dari  Kab.Kotabaru - Desa Tg.Samalantakan yaitu jam 20.00 malam hari, dan dari Desa Tg.Samalantakan – Kotabaru yaitu sekitar jam 17.00 sore hari, jadi apabila warga masyarakat Pamukan Selatan seperti warga Desa Sekandis, Desa Sukadana, Desa Gg.Calang dll, mau ngak mau ya harus ke Desa Tg.Samalantakan dulu kalau ingin menggunakan taxi air yang bayarannya lebih terjangkau dibanding menggunakan speedboard. Tetapi juga permasalahan di di Desa Tg.Samalantakan yaitu akses jalan daratnya yang masih rusak parah.

Akhirnya inilah kilas kisah perjalanan kami dari Kab.Kotabaru ke Desa Sekandis dan juga sedikit pemaparan tentang keadaan Desa Sekandis  yang sudah akhir tahun 2018 ini. Penulis tentunya warga masyarakat di Desa ini dan sekitarnya berharap semoga secepatnya ada perhatian dari pemangku kekuasaan ataupun jabatan untuk akses jalan laut maupun darat sehingga Masyarakat lebih nyaman dan sejahtera. 











Tidak ada komentar:

Posting Komentar